Fenomena ‘Mata Saja’ di media sosial memang sedang menjadi perbincangan hangat belakangan ini. Istilah ini muncul karena banyak pengguna media sosial yang hanya melihat dan menyukai konten tanpa membaca atau memahami informasi yang sebenarnya.

Menariknya, fenomena ini tidak hanya terjadi di kalangan remaja atau milenial, tetapi juga sudah merambah ke berbagai kalangan usia. Hal ini tentu menjadi perhatian banyak pihak, termasuk para ahli media sosial.

Menurut Dr. Mulyadi, seorang pakar media sosial dari Universitas Indonesia, fenomena ‘Mata Saja’ ini bisa berdampak negatif bagi perkembangan literasi dan pemahaman informasi masyarakat. “Kita harus berhati-hati dengan fenomena ini, karena bisa membuat kita menjadi konsumen informasi yang pasif dan mudah terpengaruh,” ujar Dr. Mulyadi.

Tak hanya itu, fenomena ‘Mata Saja’ juga dapat memicu penyebaran berita palsu atau hoaks di media sosial. Menurut data dari Asosiasi Penyiaran Indonesia (KPI), sekitar 70% informasi yang beredar di media sosial adalah hoaks. Hal ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih kritis dalam menyaring informasi yang kita terima.

Saya pun pernah berbincang dengan seorang influencer media sosial, Sarah Ayu, tentang fenomena ‘Mata Saja’ ini. Menurutnya, sebagai pengguna media sosial, kita harus lebih bijak dalam menggunakan platform tersebut. “Jangan hanya melihat dan menyukai konten tanpa memahami apa yang sebenarnya terjadi di baliknya. Kita harus aktif dalam mencari informasi yang benar dan akurat,” sarannya.

Dengan mengenal lebih dekat fenomena ‘Mata Saja’ di media sosial, kita diharapkan bisa lebih aware dan kritis dalam menyikapi informasi yang kita terima. Jangan hanya terlena dengan jumlah like atau views, tetapi juga perhatikan kualitas dan kebenaran informasi yang disajikan. Semoga artikel ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

By admin